
Bangil, 2 Oktober 2026 — Organisasi jurnalistik Yayasan Pesantren Islam (YAPI), KAMAL, terus mendorong santri untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir, dan keberanian menyampaikan gagasan melalui berbagai kegiatan jurnalistik dan karya kreatif. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah “Bebas Ragam Karya”, yang menghadirkan beragam perlombaan dengan tema dan jenis karya yang berbeda setiap bulan.
Program tersebut menjadi wadah bagi santri untuk menyalurkan ide sekaligus mengasah kemampuan dalam menghasilkan karya. Berbagai perlombaan yang diselenggarakan antara lain teka-teki silang (TTS), tebak gambar, karikatur, kaligrafi, cerpen, artikel, serta berbagai bentuk karya kreatif lainnya.
Setiap bulan, KAMAL menentukan tiga kategori perlombaan yang dapat diikuti para santri. Dari setiap kategori, dipilih tiga pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan usaha yang mereka tunjukkan.
Melalui mekanisme tersebut, santri tidak hanya didorong untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga diberi ruang untuk mencoba berbagai bentuk karya. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian dalam menuangkan ide, melatih kemampuan berpikir kreatif, serta mendorong santri untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Selain “Bebas Ragam Karya”, KAMAL juga memiliki program penerbitan majalah yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Majalah tersebut memuat berbagai rubrik dan karya yang sepenuhnya berasal dari santri YAPI.
Karya-karya tersebut menjadi ruang bagi santri untuk menuangkan pemikiran, pengalaman, pengetahuan, dan kreativitas, baik dalam bentuk tulisan maupun karya lainnya. Dengan demikian, majalah KAMAL tidak hanya menjadi media publikasi, tetapi juga menjadi wadah bagi santri untuk belajar menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh lingkungan YAPI.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, KAMAL memberikan apresiasi kepada setiap santri yang berpartisipasi dalam mengisi rubrik majalah. Apresiasi ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi agar santri semakin aktif berkarya dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang jurnalistik maupun literasi.
Ketua KAMAL, Hafidz Husein Arraya, bersama seluruh anggota organisasi jurnalistik juga terus mendorong santri untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai program yang diselenggarakan.
Melalui kegiatan “Bebas Ragam Karya” dan penerbitan majalah secara rutin, KAMAL berupaya menjadikan jurnalistik bukan sekadar kegiatan menulis, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi santri untuk berpikir, berkreasi, mengolah gagasan, dan berani menyampaikannya dalam bentuk karya.
Berbagai karya yang dihasilkan santri diharapkan dapat terus berkembang sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan literasi dan jurnalistik di lingkungan YAPI.Versi ini saya buat lebih ringkas dan jurnalistik, dengan “Bebas Ragam Karya” sebagai fokus utama dan program majalah sebagai penguat peran KAMAL.